Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Oloan Paniaran Nababan Memprioritaskan Kopi Sebagai Salah Satu Komoditas Pertanian Andalan

Kita harus memiliki salah satu komoditas andalan untuk menopang ekonomi setiap keluarga

Doloksanggul, Protapnews.com – Menjadi calon Bupati periode 2025-2030 melalui dukungan dua partai PDIP dan Perindo dengan jumlah kursi sebanyak 5 kursi berpasangan dengan Yunita Rebeka Marbun salah satu srikandi humbahas yang mendedikasikan diri menjadi Parhobas (melayani) dalam masyarakat dengan menjadi pemimpin yang siap mengabdi.

Oloan yang merupakan petahana atau bagian dari pemerintah atau pemenang pilkada sebelumnya, terpilih sebagai calon bupati mengalahkan kotak kosong bersama dengan Bupati Dosmar Banjar Nahor tentu saja membawa misi pembangunan yang berkelanjutan, namun dalam pemaparan visi misi dan Program kerja kedepan oloan memiliki pandangan berbeda tentang komoditas pertanian andalan dengan gagasan pertanian bupati Dosmar Banjar Nahor.

Jika Bupati Dosmar Banjar Nahor memilih tanaman jagung sebagai salah satu komoditi andalan untuk pembangunan  pertanian, sementara Oloan Paniaran Nababan memilih komoditi tanaman kopi sebagai komoditas pertanian andalan yang akan menjadi prioritas dalam pemerintahannya kelak.

 

Perbedaan ide dan gagasan tentang komoditas pertanian yang akan menjadi bagian dari program andalan pertanian antara Dosmar Banjar Nahor dan Oloan Paniaran Nababan menunjukkan perbedaan dan pemahaman tentang permasalah mendasar pada tingkat petani, dengan budidaya tanaman jagung petani dapat melakukan proses penanaman dan panen sebanyak dua kali dalam setahun sementara tanaman kopi membutuhkan waktu sampai dua tahun untuk panen perdana.

Menurut Oloan Paniaran Nababan “Tanaman Jagung dan tanaman-tanaman muda lainnya sebenarnya sangat memiliki potensi keuntungan besar, tetapi ada hal yang perlu kita pertimbangkan bersama untuk menjadikan tanaman muda atau jagung sebagai komoditas andalan utama bagi petani, karena banyak tantangan mulai dari fluktuasi harga yang sering berubah-ubah, adanya ancaman cuaca dan musim yang bisa mengancam gaggal panen bahkan serangan hama penyakit yang bisa berakibat fatal dan kita harus terus menerus melakukan penanaman secara berulang-ulang….” ucap oloan dalam kesempatan bincang bincang soal pertanian.

“Nah……. kalau kopi, tanaman kopi ini banyak keunggulan dan kelebihannya  dibanding dengan tanaman lainnya, pertama tanaman kopi holan sahali do manuan, nga boi hita marpanen seumur hidup tanpa harus menanam berulang ulang ido kan…” ucapnya dengan gaya bercanda yang unik, “napaduahon holan arga ni kopi do, molo godang hasil panen gabe arga tuhorna ido kan….” ucapnya lagi “dan lagi pula dang masa kopi dang laku, dang adong sahitna na mambaen gagal panen jala kopi inilah salah satu tanaman yang bisa dianggap sebagai tabungan naso rasuda, tabungan yang ga ada habis-habisnya, kapan saja kita mau manapu kopi selalu ada saja hasilnya, meskipun diluar musim panen raya kopi akan selalu ada untuk menjadi harapan bagi setiap petani…” ungkapnya dengan semangat.

“Jadi jika nanti kita dipercaya untuk menjadi pemimpin dan semoga saja mayoritas masyarakat percaya dengan kita, maka tanaman kopi akan menjadi salah satu komoditas yang akan kita galakkan besar-besaran baik dari segi budidaya, pengolahan hasil pertanian, pemberdayaan petani dan eksport hasil tanaman kita langsung dari doloksanbeggul, sebanrnya banyak hal yang mau kita bahas soal tanaman Kopi tapi waktu kita terbatas saya harus melakukan hal lainnya, saay ijin dulu ya lain kali kita sambung dan akan kita buat diskusi besar soal kopi…” ucap oloan mengakhiri sesi bincang bincang singkat mengenai tanaman kopi. 

 

Array
Related posts
Tutup
Tutup