Pendidikan Demokrasi Di SMP N 1 Tebing Syahbandar Terealisasi Dengan Baik Pada Pemilihan Osis

Kita ingin mengedukasi anak-anak sejak dini tentang azas-azas demokrasi dan pemilu yang sebenarnya yaitu luber jurdil (langsung, umum, bebas rahasia, jujur dan adil)

 

Tebing syahbandar, protapnews.com-Sebuah pemandangan menarik di SMP N 1 Tebing  Syahbandar pada hari selasa 26 november 2024 atau sehari sebelum pemilukada serentak diseluruh indonesia dilaksanakan sangat menarik perhatian. Sekolah Menengah Pertama yang di pimpin oleh kepala sekolah (Kepsek) Ibu Susanti, S.Pd melakukan kegiatan pemilihan pengurus osis layaknya sebuah pemilihan umun yang berlansung di negara Indonesia. Pemilihan umum osis (pemilo) dilakukan secara sistemantis mengadopsi sistem pemilihan umum yang berlaku menurut UU dengan pelaksana KPU RI.

Menurut penuturan Lili Suhairi Saragih, S.PdI selaku Wakasek kesiswaan “sebelum kegiatan Pemilihan pengurus osis dilaksanakan terlebih dahulu dibentuk Komisi Pemilihan Osis (KPO) yang digawangi oleh tiga orang guru yaitu Nelpa Sinurat, S.Pd, Imelda Sianipar, S.Pd dan Nurliana Lubis, S.Pd kemudian merancang dan mensosialisasikan tahapan-tahapan Pemilo. Tahapan tersebut mulai dari jadwal pendaftaran, verifikasi data pasangan calon, pengundian nomor urut, masa kampanye, penyampaian visi & misi kandidat, pencoblosan, sidang pleno penetapan kandidat, sampai acara pelantikan dan sertijab (serah terima jabatan) pengurus osis lama dengan pengurus osis yang baru terpilih”

Antusias siswa/i dalam mengikuti kegiatan pemilo sangat tinggi dengan keterlibatan aktif semua siswa baik dalam pencalonan kandidat pasangan calon ketua osis dan wakilnya juga dalam pencolosan, terbukti 4 (empat) pasangan calon (paslon) resmi menjadi kandidat peserta dengan pasangan calon masing masing yaitu Pasangan calon nomor urut 01 Rizki Adittya dan Fahriz Rinaldi, pasangan calon nomor urut 02 Andhika Al Rasyid dan Abdul Joffa Rufai Lubis pasangan calon nomor urut 03 Qorry Safiyah Zahwa Rangkuti dan Kevin Cahya Putra dan pasangan calon no urut 04 Velita Arini Sembiring dan Roy Martua Yosafat Limbong.

Ketika di tanya “kenapa menerapkan pemilihan pengurus osis persis seperti proses pemilu yang berlaku di negara kita untuk tingkat SMP?” Susanti, S.Pd selaku kepala sekolah yang bertanggung jawab kepada semua proses pembelajaran di SMP N 1 Tebing Syahbandar menjelaskan “Pendidikan Pancasila dan Demokrasi memang menjadi bagian dari pendidikan yang kita galakkan Karena kita ingin mengaplikasikan salah satu tema dari P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yaitu suara demokrasi. Selain itu kita ingin memberikan edukasi sejak dini kepada anak-anak peserta didik tentang azas-azas pemilu yaitu luber jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil) melalui praktek langung dalam proses Pemilihan umum osis (pemilo) persis seperti pemilihan umum yang berlaku di negara kita” ungkapnya.

Lili Suhairi Saragih, S.PdI menambahkan ” dalam kegiatan pemilo ini kita tetapkan untuk menjadi kandidat pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS harus memenuhi berbagai persyaratan. diantaranya pasangan calon harus di usung semacam partai peserta pemilo (partai di wakilkan sebagai gabungan beberapa kelas yang bersatu) atau kalau kandidat itu mencalonkan diri lewat jalur independen harus mendapat dukungan tiap kelas minimal 5 siswa yang dibuktikan dengan angket ketika mendaftarkan diri sebagai pasangan calon peserta pemilo. hal ini kita canangkan sebagai bentuk pendidikan pancasila dan demokrasi sejak dini” tambahnya.

Sementara Nelpa Juliani Sinurat, S.Pd selaku salah satu komisioner KPO (Komisi Pemilihan Osis) memaparkan “selain persyaratan  yang telah ditentukan pelaksanaan teknis Pemilo hanya terdiri dari 1 TPS, dan di TPS beranggotakan 1 PTPS (Pengawas Tempat Pemungutan Suara), 4 saksi dari masing-masing paslon, 7 KPPS, 2 Linmas dan Ke 14 siswa tersebut memiliki tugas yang berbeda-beda, disini penting sekali bahwa pelaksanaan pemilo tidak sekedar pemilihan pengurus osis semata tapi dilaksanakan mengikuti tatanan teknis pelaksanaan pemilihan umum yang berlaku sebagai bentuk pendidikan demokrasi yang menjadi tujuan pemilo di sekolah kita SMP N 1 Tebing Syahbandar” pungkasnya

Dalam pelaksanaan pemilo, teknis pelaksanaan pemilu di adopsi secara sempurna dan semua tahapan seperti memverifikasi pemilih yang datang,  memberikan kertas suara, mengarahkan pemilih ke bilik suara, menjaga kotak suara, menjaga tinta di pintu keluar dan menjaga keamanan bahkan seragam linmas dan petugas yang terpilih dari siswa/i dilaksanan seragam dengan pemilu sebenarnya.

Nelpa menambahkan “pemilik hak suara dalam pemilo ini adalah semua guru dan siswa, dan semua pegawai TU yang sebelumnya telah dipublikasikan sebagai DPT (Daftar Pemilih Tetap), selain itu ketua PPS memberikan surat pemberitahuan pemungutan suara. dan sistem pemilihanya adalah mencoblos gambar kandidat yang dipilih, kertas suara dikatakan sah apabila pencoblosannya sesuai ketentuan. Setelah ketua dan wakil ketua terpilih dengan suara terbanyak harus mengajukan calon pembantunya kepada MPK (Majelis Perwakilan Kelas). MPK akan melakukan uji kepatutan dan , kelayakan terhadap calon pembantunya tersebut dan kemudian mengumumkan hasil ujinya dalam sidang pleno penetapan pengurus OSIS 2024/2025 sebelum pelantikan dan sertijab. demikianlah tahapan pemilo yang sudah kita rancang sebelumya” jelasnya panjang lebar.

kegiatan pemilo di SMP N 1 Tebing Syahbandar berlangsung penuh riang dan kegembiraan serta antusiasme tinggi, hal menjadi contoh pembelajaran tentang demokrasi dan sistem pemilihan langsung yang ada di indonesia sejak usia dini kepada para peserta didik. dan kegiatan semacam ini perlu sekali mendapat tanggapan dan respon positif dari dinas pendidikan dan  pemerintah kabupaten Serdang Bedagai melalui KPUD, juga pemerintah kotamadya Tebing Tinggi karena secara geografis SMP N 1 Tebing Syahbandar Kab. Serdang Bedagai berhubungan langsung dengan Kota Tebing tinggi.

 

editor : hlg 

Array
Related posts
Tutup
Tutup